Sastra dalam Berita
Komunitas sastra dan lingkungan di Pontianak hari ini mengadakan acara penting yang menyoroti isu-isu sosial dan ekologi melalui karya fiksi.
📰 Rangkuman Jurnalistik (5W+1H)
| Aspek | Keterangan |
| Apa (What) | Diskusi Publik dan Peluncuran Antologi Cerpen baru berjudul “Jejak Air di Tepi Kapuas.” |
| Kapan (When) | Sore hari ini, Jumat, 5 Desember 2025. |
| Di Mana (Where) | Di Taman Budaya Pontianak, berdekatan dengan Sungai Kapuas. |
| Mengapa (Why) | Cerpen-cerpen dalam antologi secara tajam mengangkat masalah lingkungan dan konflik sosial di sekitar sungai terpanjang di Indonesia itu. |
| Bagaimana (How) | Para penulis melakukan riset lapangan dan wawancara dengan warga sekitar sungai untuk mendapatkan data otentik. |
| Siapa (Who) | Diterbitkan oleh penerbit independen lokal bekerja sama dengan Komunitas Penulis Cerpen Kalimantan. |
🎯 Tujuan dan Manfaat
Tujuan utamanya adalah menumbuhkan kesadaran kolektif terhadap isu lingkungan dan budaya melalui medium fiksi, serta mendorong lahirnya penulis-penulis baru di Kalimantan.
Manfaatnya adalah meningkatkan citra sastra Kalimantan Kontemporer di tingkat nasional, dan memberikan perspektif baru tentang kehidupan di sekitar sungai sebagai urat nadi peradaban.
📜 Karya Sastra yang Ditampilkan
Fokus karya adalah Antologi Cerpen “Tepi Kapuas” yang berisi 20 cerita pendek dari penulis muda Kalimantan, menekankan pada tema-tema seperti penebangan liar, perubahan iklim, dan adaptasi masyarakat Dayak dan Melayu di sepanjang sungai.
Semoga peristiwa sastra diatas dapat melepaskan dahaga akan bahasa nan indah menawan, dan menceriakan hidup yang lebih kaya makna.

