Ekspedisi Sungai Pustaka Terapung, Menawan! 17 November 2025 di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan

Diposting pada

Sastra dalam Berita

Rangkuman Berita Sastra Viral:

Di jantung Kalimantan Selatan, Banjarmasin hari ini menjadi tuan rumah “Ekspedisi Sungai Pustaka Terapung”. Sebuah konvoi perahu kayu (klotok) yang diubah menjadi perpustakaan mini berlayar di Sungai Martapura, mendistribusikan buku dan mengadakan workshop penulisan berbasis lingkungan bagi warga pesisir sungai. Kegiatan ini menarik perhatian karena memanfaatkan budaya sungai lokal untuk tujuan literasi.

Kategori Detail (5W+1H)
What (Apa) Ekspedisi Sastra dan Perpustakaan Terapung di sungai, fokus pada penulisan ekologis.
When (Kapan) Hari ini, 17 November 2025, dari pagi hingga sore hari.
Where (Di Mana) Sepanjang aliran Sungai Martapura, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Who (Siapa) Digagas oleh Gerakan Sastra Sungai (GSS) dan didukung oleh aktivis lingkungan lokal.
Why (Mengapa) Mengakses wilayah komunitas terpencil yang sulit dijangkau jalur darat dan mendorong kesadaran literasi lingkungan melalui medium sastra.
How (Bagaimana) Perahu diisi ribuan buku, penulis lokal menggelar diskusi dan workshop menulis di atas perahu, serta membacakan prosa yang mengangkat tema Sungai Barito.

Tujuan dan Manfaat Kegiatan Sastra:

Tujuan utama adalah perluasan jangkauan literasi ke daerah terpencil. Manfaatnya adalah menciptakan sastra berbasis kearifan lokal Kalimantan yang berpihak pada isu konservasi alam. Kegiatan ini juga menjadi platform bagi penulis lokal untuk mendapatkan inspirasi langsung dari kehidupan sungai.

Karya Sastra yang Ditampilkan:

Penggalan prosa naratif fiktif yang dibacakan oleh seorang penulis muda:

“Monolog Anak Sungai”

Katanya sungai ini dulu bening, tempat ikan-ikan emas bersembunyi di akar. Kini, ia membawa beban kota, cerita plastik dan lumpur tebal. Tapi di setiap riaknya, aku masih dengar bisikan leluhur, sebuah janji: bahwa kita adalah air, dan air tak pernah ingkar pada muaranya. Mari menuliskan janji itu sebelum air benar-benar kering.

Semoga peristiwa sastra diatas dapat melepaskan dahaga akan bahasa nan indah menawan, dan menceriakan hidup yang lebih kaya makna.