Festival Puisi Jalanan & Mural Sastra, Asyiknya! Rabu, 26 November 2025 di Yogyakarta, D.I. Yogyakarta

Diposting pada

Sastra dalam Berita

Yogyakarta, D.I. Yogyakarta kembali menegaskan statusnya sebagai Kota Budaya hari ini melalui gelaran Festival Puisi Jalanan & Mural Sastra yang mendadak viral.

Ribuan pengunjung dan wisatawan memadati kawasan Malioboro untuk menyaksikan kolaborasi unik antara penyair dan seniman mural. Sembari menikmati penampilan live reading puisi, masyarakat disuguhi mural berisikan bait-bait sastra kontemporer. Kegiatan sastra Indonesia ini juga diperkuat dengan Diskusi Sastra Populer yang melibatkan dosen dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

  • Apa (What): Festival Puisi Jalanan & Mural Sastra, gabungan pertunjukan pembacaan puisi dan kreasi seni mural dengan tema “Sastra untuk Publik.”

  • Siapa (Who): Komunitas Penyair Kota Pelajar, didukung oleh Pemerintah Kota dan Fakultas Ilmu Budaya UGM.

  • Kapan (When): Sepanjang hari ini, Rabu, 26 November 2025.

  • Di Mana (Where): Sepanjang koridor Malioboro dan Titik Nol Kilometer, Yogyakarta.

  • Mengapa (Why): Untuk membawa sastra keluar dari ruang kelas dan menjadikannya bagian dari ruang publik perkotaan.

  • Bagaimana (How): Para penyair membacakan karyanya secara bergantian di beberapa pos, sementara seniman mural menyelesaikan karyanya yang mengadaptasi bait puisi secara live.

Tujuan dan Manfaat Kegiatan Sastra

  • Tujuan: Mendemokratisasi sastra, menjadikannya mudah diakses, dan menghapus stigma bahwa puisi adalah karya yang eksklusif.

  • Manfaat: Mendorong pertumbuhan pariwisata berbasis budaya, menciptakan platform bagi seniman lokal untuk berekspresi, dan menanamkan kecintaan pada literasi di tengah hiruk pikuk kota.

Karya Sastra yang Ditampilkan

Kumpulan Puisi: “Di Bawah Langit Yogya” (Kutipan)

Di bawah langit Yogya, kata-kata adalah candi. Batu-batu jalanan Malioboro, menyimpan bisikan para pejalan. Kita adalah aksara yang terserak, menanti dirangkai oleh mata yang membaca.

Semoga peristiwa sastra diatas dapat melepaskan dahaga akan bahasa nan indah menawan, dan menceriakan hidup yang lebih kaya makna.