Festival Puisi Tiga Bahasa Minahasa Keren! Minggu, 7 Desember 2025 di Manado, Sulawesi Utara

Diposting pada

Sastra dalam Berita

Rangkuman Berita Sastra Viral (5W+1H)

Apa (What): Festival Puisi Tiga Bahasa, yang menampilkan pembacaan puisi secara serentak dalam Bahasa Minahasa (lokal), Bahasa Indonesia (nasional), dan Bahasa Inggris (global).

Kapan (When): Festival yang merayakan keragaman bahasa ini dilaksanakan hari ini, Minggu, 7 Desember 2025, sebagai penutup pekan seni daerah.

Di mana (Where): Kegiatan multibahasa ini dipusatkan di Taman Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara, dekat dengan kawasan pesisir.

Mengapa (Why): Tujuannya adalah melestarikan Bahasa Minahasa sambil merangkul globalisasi, menegaskan bahwa keragaman bahasa dapat hidup harmonis dalam satu karya sastra.

Siapa (Who): Kegiatan ini diorganisir oleh Komunitas Linguistik Sastra Manado dan mengundang penyair dari berbagai latar belakang etnis.

Bagaimana (How): Puisi dibacakan oleh tiga orang sekaligus: satu membacakan versi Minahasa, satu versi Indonesia, dan satu versi Inggris. Kolaborasi vokal ini menciptakan resonansi yang unik dan menarik perhatian media.

Tujuan dan Manfaat Kegiatan Sastra

Tujuan utama kegiatan adalah mendorong sastra sebagai jembatan dialog antarkultur dan generasi. Manfaatnya:

  • Multibahasa SEO: Kegiatan ini menjadi viral secara internasional, meningkatkan pencarian (SEO) untuk “Puisi Minahasa” dan “Sastra Multilingual”.

  • Edukasi Bahasa: Mendorong generasi muda Minahasa untuk mempelajari kembali bahasa leluhur mereka.

  • Promosi Budaya: Menunjukkan kekayaan linguistik Sulawesi Utara kepada dunia.

Karya Sastra yang Ditampilkan

Kutipan puisi yang dibacakan dalam tiga bahasa:

“Ombak Torang Punya” (Ombak Milik Kita)

Minahasa: Opo, so tumetere laut e, ombak pe rima e. Indonesia: Tuan, laut telah bergetar, irama ombak mendayu. Inggris: The Lord, the sea has trembled, the rhyme of the wave is rolling.

Kita adalah sajak yang ditulis air asin. Manado adalah diksi, yang tak pernah lekang oleh badai bahasa.

Semoga peristiwa sastra diatas dapat melepaskan dahaga akan bahasa nan indah menawan, dan menceriakan hidup yang lebih kaya makna.