Musikalisasi Puisi Sagu & Rempah dengan Tifa dan Totobuang, Mempesona! 22 November 2025 di Kota Ambon, Maluku

Diposting pada

Sastra dalam Berita

Rangkuman Sastra Viral

Aspek Detail Jurnalistik
What Musikalisasi Puisi Sagu & Rempah.
Who Komunitas Sastra Maluku dan Papua.
When Sabtu, 22 November 2025.
Where Pelataran Pantai Natsepa, Kota Ambon.
Why Menggabungkan narasi historis rempah dan sagu dengan musik tradisional Ambon (SEO: Sastra Maluku, Sagu & Rempah).
How 1. Musikalisasi Puisi Kolaboratif (Tifa-Totobuang). 2. Workshop Sastra Tanah (isu lingkungan adat). 3. Pameran Manuskrip Historis Maluku.

Tujuan dan Manfaat Kegiatan

  • Tujuan Utama: Mengangkat kembali sejarah rempah dan sagu sebagai identitas Sastra Maluku dan Papua melalui format seni kolaboratif.

  • Manfaat:

    • Mendorong diskusi mengenai konservasi alam dan hak-hak adat melalui Sastra Tanah.

    • Memperkuat narasi persatuan wilayah Maluku-Papua melalui sastra.

Karya Sastra Pilihan: Lirik Puisi Musikalisasi “Rempah”

(Lirik Puisi Sagu & Rempah)

CENGKEH MERAH DI NATSEPA

Bukan emas yang dicari, bukan sutra,

Tapi bara cengkeh di tanah yang hitam.

Setiap butir sagu adalah doa,

Warisan moyang, tak lekang ditelan malam.

Aroma fuli adalah nyanyian lama,

Peta yang dilukis di kulit pala.

Ambon bersastra, dalam warna karma,

Di mana rempah adalah jiwa dan raga.

Semoga peristiwa sastra diatas dapat melepaskan dahaga akan bahasa nan indah menawan, dan menceriakan hidup yang lebih kaya makna.