Sastra dalam Berita
| Kriteria | Keterangan |
| What (Peristiwa) | Pementasan teater musikal adaptasi hikayat lisan Dayak tentang hubungan manusia dan hutan. |
| Who (Tokoh) | Digelar oleh Teater Komunitas Seribu Sungai, melibatkan musisi dan seniman tradisional Kalimantan. |
| When (Waktu) | Sabtu, 8 November 2025, pukul 20.00 WIB. |
| Where (Lokasi) | Gedung Teater Taman Budaya, Pontianak, Kalimantan Barat. |
| Why (Tujuan) | Merespons isu deforestasi dan konservasi, menyuarakan kearifan lokal melalui medium teater yang artistik dan kuat. |
| How (Metode) | Naskah diadaptasi dari hikayat lisan, dipadukan dengan tarian ritual dan iringan musik Sape. |
Tujuan dan Manfaat Kegiatan Sastra
| Aspek | Detail |
| Tujuan Utama | Menghidupkan dan mendokumentasikan hikayat lisan Dayak agar tidak hilang. |
| Manfaat Kritis | Menggunakan seni pertunjukan sebagai media edukasi dan advokasi lingkungan, sekaligus membangkitkan rasa bangga terhadap budaya Dayak. |
Karya Sastra yang Ditampilkan
Judul Karya (Monolog Tokoh Penjaga Rimba):
“Bukan hanya layar yang memanggilnya, melainkan juga janji nenek moyang yang terukir di lambung perahu Phinisi itu. Setiap kali badai datang, Kakek selalu berkata, ‘Lao (laut) tak pernah berkhianat, Nak. Ia hanya menuntut kejujuran nakhoda.’ Dan kejujuran itu berarti melepaskan jangkar, percaya pada passompe (pelaut) sejati, dan melawan ombak dengan barakka (berkah) dari ombak yang paling ganas.”
Semoga peristiwa sastra diatas dapat melepaskan dahaga akan bahasa nan indah menawan, dan menceriakan hidup yang lebih kaya makna.

