Sastra dalam Berita
Rangkuman Peristiwa (3 Berita Utama)
- Tema Pemberdayaan Perempuan: Seminar ini viral karena membahas naskah drama yang mengangkat kisah perjuangan Perempuan Mandar (Sulawesi Barat) dalam mempertahankan tradisi melaut dan kepemilikan tanah.
- Drama Kolosal Modern: Naskah yang dibedah, “Perempuan Mandar: Penjaga Lopi”, diklaim sebagai salah satu naskah drama kontemporer terbaik yang menggabungkan isu feminisme dengan kearifan lokal.
- Kehadiran Tokoh Lintas Suku: Acara ini sukses menyatukan tokoh budayawan dari berbagai suku di Sulawesi (Bugis, Makassar, Toraja, dan Mandar) dalam satu panggung, memicu dialog yang kaya.
5W+1H (Analisis Jurnalistik)
| Elemen | Keterangan |
| What (Apa) | Seminar dan Bedah Naskah Drama “Perempuan Mandar” tentang feminisme lokal dan tradisi maritim. |
| Who (Siapa) | Dramawan, kritikus seni, dan budayawan dari berbagai wilayah Sulawesi. |
| When (Kapan) | Malam hari, 11 November 2025. |
| Where (Di mana) | Benteng Rotterdam, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. |
| Why (Mengapa) | Menekankan peran perempuan dalam budaya maritim Sulawesi dan mendorong penulisan naskah drama berkualitas tinggi. |
| How (Bagaimana) | Melakukan pembacaan naskah terpilih oleh aktor-aktor lokal yang sangat emosional dan mendalam. |
Tujuan dan Manfaat Kegiatan Sastra
- Tujuan: Menghidupkan kembali tradisi penulisan dan pementasan drama di Sulawesi dengan fokus pada isu-isu sosial-budaya lokal.
- Manfaat:
- Memberikan inspirasi bagi dramawan muda untuk menggali kekayaan cerita dan tradisi di lingkungan mereka sendiri.
- Meningkatkan kesadaran tentang isu-isu gender dan pemberdayaan perempuan dalam konteks budaya Sulawesi.
- Menjadikan Makassar sebagai pusat pengembangan seni pertunjukan dan drama di Indonesia Timur.
Karya Sastra yang Ditampilkan (Kutipan Drama: Perempuan Mandar: Penjaga Lopi)
ADEGAN VI: Di Tepi Pantai
INA MANDAR: (Berdiri tegak menghadap laut. Angin menderu) Lautan ini bukan suami yang bisa meninggalkan kita. Ia adalah Ibu yang selalu memberi, meski harus kita renggut dengan risiko. Para lelaki pergi mencari ikan, kami para perempuan menjaga lopi (perahu). Kami yang menjaga agar jangkar tak karam di lumpur janji-janji pembangunan. Kami Mandar. Kami adalah ombak yang tak pernah surut!
Semoga peristiwa sastra diatas dapat melepaskan dahaga akan bahasa nan indah menawan, dan menceriakan hidup yang lebih kaya makna.

