Sastra dalam Berita
Balikpapan, Kalimantan Timur β Perhelatan launching novel bertema Sastra Lingkungan (Ecopoetry) dan isu pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi sorotan utama di Kalimantan. Kegiatan ini memicu perdebatan sengit tentang pembangunan dan konservasi.
Rangkuman Berita Viral (5W+1H)
-
What (Apa): Tiga peristiwa yang viral: (1) Peluncuran novel fiksi-ilmiah “Paragraf Hutan yang Hilang”. (2) Diskusi panel sastra dan lingkungan yang menghadirkan penulis dan aktivis lingkungan. (3) Lomba deklamasi puisi bertema sungai dan hutan Kalimantan.
-
When (Kapan): Acara launching dan diskusi berlangsung hari ini, Rabu, 10 Desember 2025, di pusat kota.
-
Where (Di Mana): Kegiatan utama diselenggarakan di Balikpapan, Kalimantan Timur, sebagai gerbang menuju IKN.
-
Why (Mengapa): Novel ini menggunakan sastra sebagai medium untuk menyuarakan kekhawatiran ekologis dan dampak sosial dari pembangunan masif di Kalimantan.
-
Who (Siapa): Digagas oleh Komunitas Penulis Muda Balikpapan dan didukung oleh aktivis konservasi.
-
How (Bagaimana): Launch novel ini diiringi dengan pameran foto kehancuran hutan, memberikan pesan visual yang kuat bersama dengan narasi sastra.
Tujuan dan Manfaat Kegiatan
-
Tujuan: Menggunakan genre Ecopoetry dan sastra kritis untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan di Kalimantan.
-
Manfaat: Membuka ruang kritik yang konstruktif melalui jalur budaya, mendorong pemerintah dan masyarakat mempertimbangkan aspek ekologi dalam setiap pembangunan.
Karya Sastra yang Ditampilkan
Kutipan Novel: “Paragraf Hutan yang Hilang”
Tuan berkata, ini adalah peradaban baru. Aku melihat sebaliknya. Peradaban yang dibangun di atas kesepian. Pohon-pohon itu tidak menjerit; mereka hanya diam. Namun di setiap baris puisiku, kuukir teriakannya. Kota ini megah, tapi di mana gema roh Rimba yang kau janjikan? Aku mencari napas asli di balik beton, dan aku hanya menemukan debu.
Semoga peristiwa sastra diatas dapat melepaskan dahaga akan bahasa nan indah menawan, dan menceriakan hidup yang lebih kaya makna.

