Diskusi Puisi Merawat Jejak Sunyi Asyiknya! 11 November 2025 di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta

Diposting pada

Sastra dalam Berita

Rangkuman Peristiwa (3 Berita Utama)

  1. Grup Puisi Viral: Komunitas sastra independen “Bumi Kata” menyelenggarakan diskusi puisi yang meledak di media sosial setelah salah satu kurator (seorang penyair muda) melontarkan kritik pedas namun konstruktif terhadap tren puisi self-therapy.
  2. Puisi Menjadi Sorotan Utama: Puisi yang menjadi inti diskusi, “Merawat Jejak Sunyi”, diklaim mewakili kegelisahan eksistensial generasi saat ini yang sering tenggelam dalam kebisingan digital.
  3. Perdebatan Luring-Daring: Diskusi ini viral karena sukses memicu perdebatan sengit namun sehat antara peserta luring dan audiens daring, yang mempertemukan pandangan sastrawan senior dan kritikus muda.

5W+1H (Analisis Jurnalistik)

Elemen Keterangan
What (Apa) Diskusi kritis mengenai puisi yang membahas isu self-therapy dan kegelisahan eksistensial.
Who (Siapa) Komunitas “Bumi Kata”, penyair, akademisi sastra, dan anak muda pegiat literasi.
When (Kapan) Sore hingga malam, 11 November 2025.
Where (Di mana) Goethe-Institut Yogyakarta dan disiarkan live di TikTok.
Why (Mengapa) Mendorong kualitas kritik sastra yang mendalam dan menantang status quo penulisan puisi instan.
How (Bagaimana) Memanfaatkan platform digital (TikTok dan Zoom) untuk menjangkau audiens nasional dan internasional.

Tujuan dan Manfaat Kegiatan Sastra

  • Tujuan: Memperkuat tradisi kritik sastra yang tajam dan filosofis di kalangan penulis muda.
  • Manfaat:
    • Meningkatkan kualitas penulisan puisi di Indonesia, menjauhkannya dari sekadar ungkapan emosi instan menjadi refleksi yang mendalam.
    • Menghidupkan kembali iklim intelektual di Yogyakarta sebagai kota pelajar dan kota sastra.
    • Menciptakan ekosistem literasi yang saling menguji dan membangun.

Karya Sastra yang Ditampilkan (Puisi: Merawat Jejak Sunyi)

Merawat Jejak Sunyi

Kita adalah algoritma yang mencari jeda,

merapal mantra di kolom komentar.

Mencintai adalah repost yang tak sempat dipikirkan,

sakit adalah story yang hilang dua puluh empat jam.

Di mana sunyi kita simpan? Di bawah bantal

yang tak sempat kita basahi air mata.

Mencari kata, kini mencari like.

Dan kita lupa: di balik sunyi, tersembunyi makna.

Semoga peristiwa sastra diatas dapat melepaskan dahaga akan bahasa nan indah menawan, dan menceriakan hidup yang lebih kaya makna.