Peluncuran Antologi Puisi Digital “Rima Hujan di Pematang Sawah”, Keren! 21 November 2025 di Padang, Sumatera Barat

Diposting pada

Sastra dalam Berita

Apa: Peluncuran serentak antologi puisi digital berbasis audio-visual berjudul “Rima Hujan di Pematang Sawah”, yang melibatkan 50 penyair muda dari seluruh Sumatera. Kegiatan ini menarik perhatian karena memanfaatkan teknologi Augmented Reality (AR).

Siapa: Komunitas Literasi Tanah Pilih (KLTP) Padang, berkolaborasi dengan seniman digital lokal.

Kapan: Hari ini, 21 November 2025.

Di Mana: Aula Museum Adityawarman, Padang, Sumatera Barat.

Mengapa: Peluncuran ini bertujuan mendobrak batas antara media cetak dan digital, serta memperkenalkan sastra pada generasi muda yang akrab dengan gawai.

Bagaimana: Acara utama berupa live reading puisi yang dikombinasikan dengan proyeksi AR. Karya-karya tersebut kemudian diunggah ke platform berbagi video dan media sosial, langsung menarik ribuan penonton.

Tujuan dan Manfaat Kegiatan Sastra

  1. Tujuan: Modernisasi penyajian puisi agar lebih relevan dan menarik bagi pembaca milenial dan Gen Z.

  2. Manfaat:

    • Meningkatkan apresiasi sastra digital dan menjembatani seniman sastra dengan teknologi baru.

    • Menciptakan branding baru bagi sastra Sumatera sebagai sastra yang inovatif dan tidak kaku.

Karya Sastra yang Ditampilkan

Judul Puisi: Senandung Air Mata Padi

Padang tak hanya lautan, ia juga sawah, Di mana hujan turun membawa risalah. Air mata padi, bening di pematang senja, Bukan duka, tapi janji, untuk panen yang setia.

Kabut Solok memeluk Lembah Anai, Rima itu basah, tak bisa engkau sangkal. Barisannya sunyi, hijau, dan penuh makna, Puisi itu hidup, di setiap helai daunnya.

Semoga peristiwa sastra diatas dapat melepaskan dahaga akan bahasa nan indah menawan, dan menceriakan hidup yang lebih kaya makna.