Sastra dalam Berita
Apa: Festival Baca Puisi Maraton 24 Jam non-stop bertajuk “Geliat Aksara”, yang melibatkan ratusan seniman, akademisi, dan mahasiswa dari berbagai kota di Jawa.
Siapa: Pusat Studi Sastra Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Komunitas Teater Jendela.
Kapan: Dimulai pada 20 November 2025 pukul 18.00 WIB dan berakhir hari ini, 21 November 2025, pukul 18.00 WIB.
Di Mana: Panggung Terbuka Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Daerah Istimewa Yogyakarta.
Mengapa: Kegiatan ini diadakan untuk memperingati Hari Aksara Nasional sekaligus menguji ketahanan dan konsistensi pegiat sastra dalam menggaungkan karya.
Bagaimana: Acara dibagi per sesi berdasarkan genre (puisi liris, naratif, kontemporer). Momen viral terjadi saat sesi Subuh, di mana pembacaan puisi dilakukan di bawah guyuran hujan, disiarkan langsung, dan ditonton puluhan ribu orang.
Tujuan dan Manfaat Kegiatan Sastra
-
Tujuan: Menghidupkan kembali tradisi pembacaan puisi di ruang publik sebagai bentuk kritik sosial dan ekspresi budaya.
-
Manfaat:
-
Meningkatkan keterlibatan publik dalam sastra, mengubah citra puisi dari elitis menjadi merakyat.
-
Menjadi ruang pertemuan dan kolaborasi antara sastrawan senior dan generasi baru di Jawa.
-
Karya Sastra yang Ditampilkan
Judul Puisi: Di Bawah Lampu TBY
Jogja, 24 jam adalah waktu yang menipu, Karena aksara tak pernah lelap, selalu merindu. Di bawah lampu TBY, kata-kata merangkak, Dari sunyi Gunung Kidul, hingga riuh Malioboro yang bising.
Kami tak butuh tidur, kami butuh suara. Suara penyair yang bergetar menanggapi realita. Semangkuk kopi, satu baris sajak yang tak selesai. Inilah gairah aksara, abadi dalam hujan yang damai.
Semoga peristiwa sastra diatas dapat melepaskan dahaga akan bahasa nan indah menawan, dan menceriakan hidup yang lebih kaya makna.

