Pementasan Drama Tradisional Adaptif, Mempesona! Senin, 24 November 2025 di Kota Denpasar Bali

Diposting pada

Sastra dalam Berita

Kegiatan sastra yang paling viral dari Kalimantan hari ini datang dari Pontianak, di mana Komunitas Pantun Digital merayakan Hari Sastra Lisan dengan kompetisi live di media sosial. Kegiatan ini menjadi magnet karena menjadikan pantunsastra lisan khas Melayu—beradaptasi dengan platform digital, ramai dicari dengan #PantunDigital dan #SastraKalimantan.

Peristiwa Viral dalam Rangkuman 5W+1H:

  1. Kompetisi Pantun Live di TikTok (What & How): Komunitas ini mengadakan kompetisi pantun dengan tema “Kearifan Lokal Sungai Kapuas”, di mana peserta wajib berbalas pantun secara live di TikTok selama 1 menit, Where dari Gedung Budaya Pontianak.

  2. Kolaborasi Influencer Sastra (Who & Why): Salah satu influencer besar Kalimantan ikut mempromosikan acara ini, Why untuk meningkatkan kesadaran bahwa sastra lisan adalah warisan budaya yang harus dilestarikan dan dapat diakses secara modern.

  3. Peluncuran Aplikasi Koleksi Pantun (When): Hari ini juga diumumkan peluncuran versi beta aplikasi yang dapat mengarsipkan ribuan pantun tradisional dan pantun modern digital.

Tujuan kegiatan ini adalah merevitalisasi sastra lisan di tengah gempuran konten digital. Manfaatnya adalah menjaga warisan budaya Melayu, memberi sarana kreatif bagi masyarakat Kalimantan, dan memperkenalkan format pantun kepada audiens global melalui media sosial.

Karya Sastra yang Ditampilkan

Judul: Pantun Pemenang Lomba (Sastra Lisan/Pantun) Contoh Pantun:

Anak arwana berenang di telaga, Air Kapuas mengalir tenang; Jika budaya tidak kita jaga, Nanti generasi hilang identitasnya dari Pontianak.

Semoga peristiwa sastra diatas dapat melepaskan dahaga akan bahasa nan indah menawan, dan menceriakan hidup yang lebih kaya makna.