Sastra dalam Berita
Kota Makassar, Sulawesi Selatan — Kegiatan literasi di Sulawesi hari ini, Selasa, 9 Desember 2025, didominasi oleh perhelatan Workshop Menulis Kreatif dan Malam Cerpen. Acara ini viral di kalangan mahasiswa dan penulis muda karena sesi pembacaan cerpen horor kontemporer yang menggunakan lokasi kuno sebagai latar panggung.
Rangkuman Berita Viral (3 Peristiwa Sastra)
Perhelatan sastra ini menjadi sorotan utama karena beberapa peristiwa penting yang terangkum dalam metode 5W+1H:
-
Apa yang terjadi: Workshop Menulis Kreatif yang diikuti Malam Pembacaan Cerpen Horor dengan nuansa urban.
-
Kapan berlangsung: Hari ini, Selasa, 9 Desember 2025, mulai sore hingga malam hari.
-
Di mana lokasi: Gedung Kesenian di dekat Fort Rotterdam Makassar.
-
Mengapa kegiatan ini viral: Menggabungkan unsur sastra populer (horor/misteri) dengan teknik penulisan cerpen mendalam, menggunakan setting visual yang sinematik.
-
Siapa yang terlibat: Komunitas Sastra Makassar dan penulis fiksi genre dari luar daerah.
-
Bagaimana acara menarik perhatian: Tiga poin utama adalah: 1) Sesi praktik menulis cerpen yang langsung dipimpin penulis ternama, 2) Pembacaan cerpen yang dipadukan dengan pertunjukan cahaya dan suara misterius, dan 3) Bedah Cerpen yang membahas penggunaan mitos lokal dalam fiksi.
Tujuan dan Manfaat Kegiatan Sastra
-
Tujuan Utama: Meningkatkan keterampilan teknis penulisan kreatif bagi penulis muda Makassar, serta mempopulerkan genre fiksi horor/misteri yang sarat akan narasi budaya lokal.
-
Manfaat: Pengembangan talenta penulis genre, promosi tempat bersejarah Makassar sebagai latar artistik, dan memperluas khazanah cerpen Indonesia bernuansa Sulawesi.
Karya Sastra yang Ditampilkan pada Kegiatan Tersebut
-
Karya Utama: Cerpen-cerpen dari Antologi Fiksi Urban Makassar.
-
Karya Klasik/Referensial: Diskusi mendalam mengenai teknik narasi dalam Cerpen Seno Gumira Ajidarma, khususnya Sepotong Senja untuk Pacarku.
-
Format Khusus: Puisi pembuka oleh penyair lokal yang terinspirasi dari suasana Fort Rotterdam.
Semoga peristiwa sastra diatas dapat melepaskan dahaga akan bahasa nan indah menawan, dan menceriakan hidup yang lebih kaya makna.

