Sastra dalam Berita
Tanjungpinang, Kepulauan Riau — Semarak Festival Pantun Maritim yang diselenggarakan hari ini menjadi viral di Kepulauan Riau dan Bangka Belitung, merayakan warisan sastra lisan Melayu yang telah diakui UNESCO. Kegiatan ini berpusat pada kekayaan budaya bahari.
Rangkuman Berita Viral (5W+1H)
-
What (Apa): Tiga kegiatan utama: (1) Lomba berbalas pantun antar-pulau dengan tema bahari dan nelayan. (2) Pameran naskah kuno sastra Melayu di Pulau Penyengat. (3) Workshop penulisan syair dan gurindam untuk siswa SMA.
-
When (Kapan): Festival mencapai puncak lomba berbalas pantun hari ini, Rabu, 10 Desember 2025.
-
Where (Di Mana): Acara utama terpusat di pesisir Tanjungpinang, Kepulauan Riau, dengan peserta dari Bangka Belitung, Riau Daratan, dan bahkan Malaysia.
-
Why (Mengapa): Kegiatan ini dilakukan untuk melestarikan pantun dan sastra Melayu sebagai identitas maritim kawasan, sekaligus mempromosikan tradisi berbalas pantun.
-
Who (Siapa): Diadakan oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) setempat bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan Provinsi.
-
How (Bagaimana): Lomba ini menampilkan gaya berbalas pantun yang energik, diselingi musik tradisional Gong Rentak dan dibagikan secara luas di platform YouTube.
Tujuan dan Manfaat Kegiatan
-
Tujuan: Mengabadikan dan mengembangkan pantun sebagai warisan budaya tak benda serta memperkuat tali persaudaraan rumpun Melayu.
-
Manfaat: Menjadi daya tarik wisata budaya, menumbuhkan keterampilan berkomunikasi lisan yang cepat dan cerdas, serta mendidik generasi muda tentang etika dan filosofi Melayu melalui pantun.
Karya Sastra yang Ditampilkan
Pantun Maritim
Anak nelayan mendayung perahu, Tali pukat diikat kencang; Adat Melayu wajib tahu, Sastra lisan jangan dibuang.
Semoga peristiwa sastra diatas dapat melepaskan dahaga akan bahasa nan indah menawan, dan menceriakan hidup yang lebih kaya makna.

