✨ Peluncuran Antologi Puisi Sasak Kontemporer, Asyiknya! 18 November 2025 di Mataram, NTB

Diposting pada

Sastra dalam Berita

Analisis Jurnalistik (5W+1H)

Apa (What): Peluncuran Antologi Puisi Sasak Kontemporer. Menggabungkan tradisi Sastra Lisan Pepaosan (pembacaan lontar) dengan puisi modern yang membahas isu pariwisata berlebihan di Lombok.

Kapan (When): Acara utama peluncuran dilaksanakan pada 18 November 2025.

Di mana (Where): Taman Budaya, Mataram, NTB.

Siapa (Who): Melibatkan penyair lokal Sasak, tokoh adat, dan mahasiswa Sastra Universitas Mataram.

Mengapa (Why): Mengangkat sastra kontemporer yang berakar pada tradisi Sasak dan merespons isu-isu modern.

Bagaimana (How): Menampilkan pembacaan puisi dwibahasa (Sasak-Indonesia) dan diskusi tentang Revitalisasi Lontar dan Puisi Modern.

Tujuan dan Manfaat Kegiatan

  • Tujuan: Mempromosikan sastra kontemporer Nusa Tenggara sebagai bagian integral dari kekayaan Sastra Indonesia.

  • Manfaat: Memperkuat rasa bangga generasi muda terhadap bahasa dan tradisi lokal, serta menyediakan kritik sosial yang konstruktif terhadap pembangunan wilayah.

Karya Sastra yang Ditampilkan

Rinjani Menyapa Senja (Karya: Lalu Wirawan)

Di puncak sunyi, angin mengukir aksara, Bukan di kertas, tapi di punggung batu. Kami warisi kisah tentang Dewi Anjani, Danau Segara Anak adalah saksi bisu.

Turunlah, nak, dengan hormat, Sebab di bawah sana, tradisi masih terawat. Tanah ini bukan milikmu semata, Ia adalah puisi yang harus kau jaga selamanya.

Semoga peristiwa sastra diatas dapat melepaskan dahaga akan bahasa nan indah menawan, dan menceriakan hidup yang lebih kaya makna.