Malam Sastra Bahari Timur, Menawan! 18 November 2025 di Ambon, Maluku

Diposting pada

Sastra dalam Berita

Analisis Jurnalistik (5W+1H)

Apa (What): Malam Sastra Bahari Timur. Menampilkan pembacaan narasi prosa yang sangat emosional tentang dampak perubahan iklim terhadap masyarakat pesisir di Maluku dan Papua.

Kapan (When): Berlangsung pada malam hari, 18 November 2025.

Di mana (Where): Pelabuhan Tua, Ambon, Maluku.

Siapa (Who): Dihadiri oleh penulis, akademisi, dan seniman dari Jayapura, Sorong, hingga Ternate.

Mengapa (Why): Mengangkat isu identitas bahari dan krisis lingkungan di Indonesia bagian timur melalui prosa dan monolog.

Bagaimana (How): Menampilkan Monolog Suku Asmat tentang Pelestarian Sagu dan Peluncuran kumpulan cerpen bertema Garis Batas Senja di Laut Aru.

Tujuan dan Manfaat Kegiatan

  • Tujuan: Menjadikan sastra sebagai corong suara untuk krisis lingkungan dan isu sosial di kepulauan timur.

  • Manfaat: Memberikan platform bagi sastrawan Maluku dan Papua untuk mempublikasikan karya mereka secara nasional dan internasional.

Karya Sastra yang Ditampilkan

Pelabuhan Akhir (Karya: Martha Waileruny)

Pasir ini menyimpan bisikan, Tentang ombak yang makin meninggi setiap tahun. Kami adalah anak Laut Banda, Takut kami bukan pada badai, tapi pada surutnya harapan. Karang-karang memutih, ikan menjauh. Sastra ini kami tulis di atas perahu, Agar dunia tahu, kami adalah puisi yang terancam tenggelam.

Semoga peristiwa sastra diatas dapat melepaskan dahaga akan bahasa nan indah menawan, dan menceriakan hidup yang lebih kaya makna.