Sastra dalam Berita
Rangkuman Berita Viral:
- What (Apa): Kuliah Umum Sastra-Jurnalistik dengan tema “Menulis Sejarah & Musik Populer,” yang menjembatani ranah akademik sastra dengan media populer.
- When (Kapan): Hari ini, 12 November 2025.
- Where (Di Mana): Aula Banjarmasin Creative Hub, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
- Who (Siapa): Diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (JPBSI) FKIP ULM, menghadirkan narasumber dari jurnalis budaya (seperti Puja Mandela) dan akademisi.
- Why (Mengapa): Untuk memberikan pengalaman dan gagasan praktis kepada mahasiswa dan publik tentang bagaimana menulis secara populer di ranah sejarah dan musik tanpa mengurangi nilai ilmiah dan estetika sastra.
- How (Bagaimana): Berupa seminar interaktif dan diskusi panel yang membahas teknik penuturan sejarah secara menarik (populis) dan analisis lirik serta konteks budaya dalam musik populer.
Tujuan dan Manfaat Kegiatan Sastra
Tujuan Utama:
- Penerapan Sastra Populer: Mengajarkan mahasiswa dan pegiat literasi cara mengaplikasikan kemampuan menulis sastra ke dalam tulisan jurnalistik/populer yang memiliki daya tarik tinggi.
- Literasi Musik dan Sejarah: Meningkatkan pemahaman kritis publik terhadap narasi sejarah dan konteks lirik musik sebagai bentuk sastra modern.
Manfaat yang Diraih:
- Keterampilan Menulis Hibrida: Peserta mendapatkan keahlian menulis yang kuat, baik dalam struktur akademik maupun gaya populer yang cocok untuk media daring.
- Kontribusi Budaya: Menciptakan penulis yang mampu mendokumentasikan dan menganalisis budaya lokal (sejarah dan musik Kalsel) dengan cara yang mudah diakses masyarakat luas.
Karya Sastra yang Ditampilkan
Fokus pada analisis Lirik Lagu Populer yang mengandung unsur narasi historis dan Esai Jurnalistik/Populer yang bernuansa sastra.
Analisis Lirik:
Penggalan Lirik Lagu Daerah Banjar/Kalimantan
“Ampar-ampar Pisang, Pisangku balum masak…”
Diskusi sastra ini mengupas bagaimana lirik lagu anak-anak ini mengandung elemen puisi rakyat dan narasi kehidupan sehari-hari masyarakat Banjar.
(Diolah dari materi kuliah umum JPBSI FKIP ULM)
Semoga peristiwa sastra diatas dapat melepaskan dahaga akan bahasa nan indah menawan, dan menceriakan hidup yang lebih kaya makna.

