Gerakan SERABI: Lestarikan Sastra dan Aksara Bali, Mempesona! 12 November 2025 di Kelurahan Sanur, Kota Denpasar, Bali

Diposting pada

Sastra dalam Berita

Rangkuman Berita Viral:

  1. What (Apa): Program SEni sAstRa dan aksaRa BalI (SERABI), sebuah inisiatif lokal untuk melestarikan sastra dan aksara Bali.
  2. When (Kapan): Hari ini, 12 November 2025, sebagai bagian dari kegiatan rutin mingguan.
  3. Where (Di Mana): Balai Banjar atau Kantor Lurah Sanur, Kota Denpasar, Bali.
  4. Who (Siapa): Digencarkan oleh Kelurahan Sanur dan diikuti oleh warga setempat, terutama generasi muda dan pegiat seni budaya.
  5. Why (Mengapa): Untuk mencegah hilangnya bahasa daerah (Bahasa Bali) dan mengikis kebudayaan di tengah arus modernisasi, sesuai dengan semangat Revitalisasi Bahasa Daerah.
  6. How (Bagaimana): Kegiatan rutin ini melibatkan diskusi sastra, pelatihan membaca dan menulis Aksara Bali (Hanacaraka), serta pembacaan karya sastra klasik Bali (seperti Kakawin atau Geguritan).

Tujuan dan Manfaat Kegiatan Sastra

Tujuan Utama:

  • Revitalisasi Bahasa dan Aksara: Menghidupkan kembali penggunaan dan pemahaman terhadap Bahasa dan Aksara Bali sebagai warisan budaya utama.
  • Penguatan Kebudayaan: Memperkokoh jati diri masyarakat Bali melalui pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam sastra leluhur.

Manfaat yang Diraih:

  • Literasi Aksara: Peserta mampu membaca dan menulis aksara Bali secara benar, yang merupakan keterampilan esensial untuk memahami teks-teks kuno.
  • Koneksi Antargenerasi: Menghadirkan ruang bagi para sesepuh untuk mentransfer pengetahuan sastra Bali kepada generasi muda.

Karya Sastra yang Ditampilkan

Karya yang menjadi fokus adalah Sastra Klasik/Geguritan Bali. Hari ini, mereka membahas dan membaca penggalan:

Gaguritan Loda

Niki kocapang gumanti, ring Bali pulo dewata,

Sastra warisane Jati, mangda ajeg nunggal rasa.

Aksara lan basa Bali, sane pacang kaajegan,

Tan prasida kagentosin, antuk keni arusa jagat.

(Diolah dari Geguritan Bali yang menekankan pelestarian aksara dan bahasa)

Semoga peristiwa sastra diatas dapat melepaskan dahaga akan bahasa nan indah menawan, dan menceriakan hidup yang lebih kaya makna.