Peluncuran Novel “Jejak Sungai Kapuas”, Menawan! Rabu, 26 November 2025 di Pontianak, Kalimantan Barat

Diposting pada

Sastra dalam Berita

Pontianak, Kalimantan Barat hari ini merayakan literasi ekologis dengan Peluncuran Novel “Jejak Sungai Kapuas”. Kegiatan sastra Indonesia ini viral karena bertepatan dengan isu lingkungan, menyajikan narasi kuat tentang budaya Dayak dan Melayu yang hidup berdampingan dengan sungai. Acara peluncuran novel ini dibarengi dengan Seminar Literasi Air & Budaya Sungai, di mana penulis lokal ternama melakukan Book Signing.

  • Apa (What): Peluncuran Novel “Jejak Sungai Kapuas” yang mengangkat isu ekologi, adat, dan identitas budaya sungai.

  • Siapa (Who): Penulis dan budayawan Kalimantan Barat, didukung oleh Komunitas Pecinta Sungai dan Dinas Pariwisata setempat.

  • Kapan (When): Pagi hingga sore hari, Rabu, 26 November 2025.

  • Di Mana (Where): Museum Provinsi Kalimantan Barat, Pontianak.

  • Mengapa (Why): Untuk membangkitkan kesadaran masyarakat Kalimantan terhadap isu lingkungan melalui medium sastra, serta mendokumentasikan kearifan lokal terkait sungai.

  • Bagaimana (How): Acara utama berupa bedah novel, dilanjutkan dengan diskusi panel yang melibatkan ahli lingkungan dan adat.

Tujuan dan Manfaat Kegiatan Sastra

  • Tujuan: Mempromosikan genre novel ekologi dan memperkuat identitas ke-Kalimantan-an yang berbasis air.

  • Manfaat: Novel ini dapat menjadi bahan edukasi konservasi, mendorong penelitian sastra berbasis kearifan lokal, dan memberikan visibilitas kepada penulis dari luar Jawa.

Karya Sastra yang Ditampilkan

Kutipan Novel: “Jejak Sungai Kapuas, Episode I”

Sungai Kapuas tak hanya mengalirkan air, ia mengalirkan ingatan. Kami, anak-anak sungai, tak pernah diajarkan takut pada arusnya, melainkan takut pada hari ketika airnya berhenti bercerita. Orang bilang air tawar dan air asin tak pernah menyatu, tapi di muara ini, di mana perahu kami berlabuh, kami belajar bahwa perbedaan adalah cara Kapuas menjabat tangan lautan.

Semoga peristiwa sastra diatas dapat melepaskan dahaga akan bahasa nan indah menawan, dan menceriakan hidup yang lebih kaya makna.