Sastra dalam Berita
Apa: Pertunjukan musikalisasi puisi bertajuk “Lelaki Senja dari Timur,” yang menampilkan puisi-puisi yang ditulis oleh penyair dari Maluku dan Papua, diiringi instrumen musik tradisional seperti Tifa dan Ukulele.
Siapa: Sanggar Sastra Maluku Tenggara (SSMT) dan Komunitas Seni Rumi-Rumi.
Kapan: Hari ini, 21 November 2025, malam hari.
Di Mana: Taman Kota Ambon, Maluku.
Mengapa: Acara ini bertujuan untuk menyuarakan keindahan alam dan isu-isu sosial-budaya di Indonesia Timur melalui perpaduan sastra dan musik, yang memiliki akar budaya kuat di sana.
Bagaimana: Pertunjukan menjadi viral karena penampilan seorang penyair muda Papua yang membacakan puisinya dengan irama Tifa yang sangat energik dan mengharukan, disiarkan langsung melalui streaming yang ditonton oleh komunitas diaspora Maluku-Papua di seluruh Indonesia.
Tujuan dan Manfaat Kegiatan Sastra
-
Tujuan: Menarik perhatian publik nasional terhadap karya sastra dari wilayah Indonesia Timur yang sering terpinggirkan, serta merayakan keragaman bahasa dan bunyi.
-
Manfaat:
-
Memberikan platform bagi seniman Maluku dan Papua untuk mengekspresikan identitas dan keprihatinan mereka.
-
Meningkatkan rasa solidaritas budaya antara Maluku dan Papua melalui seni.
-
Karya Sastra yang Ditampilkan
Judul Puisi: Tifa Adalah Sajak
Jangan kau tanya apa yang hilang dari timur. Tanyalah, pada ombak yang membentur karang, ia tak pernah mundur. Di Biak, di Raja Ampat, di punggung Nona dari Banda, Sastra itu bukan tinta, tapi nyanyian pala.
Tifa ini bukan sekadar kayu dan kulit yang diregang. Ia adalah sajak yang berdebar di jantung kami. Lelaki senja itu datang, membawa garam di matanya, Dan puisi itu adalah janji, bahwa kami tak pernah mati.
Semoga peristiwa sastra diatas dapat melepaskan dahaga akan bahasa nan indah menawan, dan menceriakan hidup yang lebih kaya makna.

