Sastra dalam Berita
Apa (What): Festival Puisi Multimedia “Jakarta Kontemporer” yang menggabungkan puisi dengan instalasi seni dan mapping projection. Tiga kegiatan yang menjadi highlight:
-
Lomba Cipta Puisi AI-Assisted: Ajang kolaborasi manusia dan Kecerdasan Buatan (AI) dalam menciptakan diksi.
-
Pertunjukan Sound Poetry: Pembacaan puisi eksperimental diiringi musik elektronik.
-
Diskusi Sastra Metaverse: Pembahasan masa depan sastra di dunia virtual.
Kapan (When): Acara utama yang memecahkan rekor kehadiran publik digelar hari ini, 15 November 2025.
Di Mana (Where): Bertempat di Ruang Kreatif Seni Modern di kawasan Senayan, Jakarta Pusat.
Siapa (Who): Digagas oleh Kolektif Sastra Digital Nasional bekerja sama dengan Badan Ekonomi Kreatif Daerah.
Mengapa (Why): Menyandingkan sastra sebagai warisan budaya dengan teknologi modern, membuktikan relevansi puisi di tengah kehidupan ibu kota.
Bagaimana (How): Viralnya disebabkan oleh pendekatan visual dan digital yang futuristik, termasuk penggunaan teknologi AR (Augmented Reality) pada instalasi puisi.
Tujuan dan Manfaat Kegiatan Sastra
Tujuan Utama: Mendefinisikan ulang batas-batas sastra kontemporer di era digital dan menarik generasi muda ke dunia literasi.
Manfaat:
-
Inovasi Seni: Menjadi laboratorium eksperimen antara diksi (puisi) dengan teknologi (multimedia).
-
Edukasi Digital: Memberikan pemahaman tentang cara mengoptimalkan platform digital untuk menyebarkan karya.
-
Regenerasi Pembaca: Menarik audiens muda ke format sastra yang lebih interaktif dan visual.
Karya Sastra yang Ditampilkan
Salah satu puisi yang dijadikan instalasi mapping projection di dinding utama acara:
Judul: Data dan Deklarasi
Kotaku adalah algoritma tak terhindarkan. Setiap janji, setiap senja, hanyalah kalkulasi layar. Aku mencari makna di antara error dan cache yang berulang.
Lalu kau datang, sebuah bug yang indah, Mengeja diksi yang tak bisa dihapus sistem. Inilah deklarasiku: bukan kode, tapi kata. (Puisi oleh Komunitas Penyair Kontemporer)
Semoga peristiwa sastra diatas dapat melepaskan dahaga akan bahasa nan indah menawan, dan menceriakan hidup yang lebih kaya makna.

