Sastra dalam Berita
Denpasar, Bali hari ini menjadi host bagi Simposium Internasional Sastra Hindu-Bali, sebuah kegiatan sastra Indonesia yang sukses menarik perhatian global.
Acara ini viral karena fokus utamanya pada Digitalisasi Naskah Lontar Kuno, sebuah upaya konservasi budaya yang mendapat apresiasi dari akademisi 10 negara. Simposium ini juga menghadirkan Pameran Aksara Bali Digital dan sesi diskusi mendalam tentang relevansi kawisesan dalam sastra klasik Bali.
Apa (What): Simposium Internasional tentang Sastra Hindu-Bali dan Konservasi Naskah Lontar Kuno.
Siapa (Who): Pusat Studi Lontar Universitas Udayana, didukung oleh Kemendikbud, serta dihadiri pakar dari Asia Tenggara dan Eropa.
Kapan (When): Sepanjang hari, Rabu, 26 November 2025.
Di Mana (Where): Auditorium Pusat Kebudayaan Bali, Denpasar.
Mengapa (Why): Untuk melestarikan sastra klasik Bali yang terancam punah dan mendiskusikan metode digitalisasi yang efektif agar warisan budaya ini dapat diakses secara global.
Bagaimana (How): Presentasi ilmiah mengenai filologi Lontar, demonstrasi teknologi pemindaian naskah, dan sesi keynote speech dari budayawan ternama.
Tujuan dan Manfaat Kegiatan Sastra
-
Tujuan: Menyelamatkan warisan sastra klasik Bali dan mempromosikan nilai-nilai filosofis yang terkandung di dalamnya kepada dunia.
-
Manfaat: Memperkuat jaringan penelitian internasional, melatih tenaga ahli konservasi naskah, dan memastikan bahwa kebijaksanaan masa lalu terus menjadi sumber inspirasi etika di masa depan.
Karya Sastra yang Ditampilkan
Fragmen Lontar: “Dharma Kerti” (Terjemahan)
Ikang sastra kerti mangkana. Yadiapin wruh sira ring dharma, tan wruh ring kerti, lali. Kerti iku laksana ning dharma.
(Inilah makna ajaran suci. Walaupun engkau mengetahui dharma (kewajiban), tetapi tidak mengetahui kerti (tindakan nyata/kebajikan), engkau akan lupa. Kerti itu adalah pelaksanaan dari dharma.)
Semoga peristiwa sastra diatas dapat melepaskan dahaga akan bahasa nan indah menawan, dan menceriakan hidup yang lebih kaya makna.

