Proyeksi Gurindam 12 Street Art Menawan! Sabtu, 6 Desember 2025 di Tanjungpinang, Kepulauan Riau

Diposting pada

Sastra dalam Berita

Rangkuman Berita Sastra Viral (5W+1H)

Apa (What): Proyeksi digital Street Art dari Gurindam 12 karya Raja Ali Haji ke dinding-dinding bangunan bersejarah, sebuah kegiatan sastra yang memvisualisasikan warisan sastra Melayu klasik dengan teknologi modern.

Kapan (When): Proyeksi berlangsung malam ini, Sabtu, 6 Desember 2025, mengubah kawasan kota tua menjadi galeri seni outdoor.

Di mana (Where): Kegiatan sastra visual ini dipusatkan di Kawasan Kota Lama Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, menghadap Selat Malaka.

Mengapa (Why): Tujuannya adalah memperkenalkan kembali warisan sastra Melayu klasik Gurindam 12 kepada generasi milenial Kepri dengan bahasa visual yang atraktif dan Instagrammable.

Siapa (Who): Kegiatan ini diinisiasi oleh Komunitas Sastra Pesisir bekerja sama dengan seniman visual projection mapping.

Bagaimana (How): Setiap pasal dari Gurindam 12 diproyeksikan ke tembok batu dalam kaligrafi indah disertai ilustrasi bergerak yang terinspirasi dari tradisi maritim Melayu.

Tujuan dan Manfaat Kegiatan Sastra

Tujuan utamanya adalah pelestarian aksara dan nilai-nilai sastra Melayu di tanah asalnya. Manfaatnya:

  • Ikonografi Lokal: Menjadikan Gurindam 12 sebagai ikon seni jalanan yang kuat di Tanjungpinang.

  • Sastra Melayu SEO Kuat: Kegiatan Street Art ini berhasil memicu pencarian daring (SEO) masif mengenai Raja Ali Haji dan Gurindam 12, meningkatkan kesadaran akan sastra ini di luar kawasan Melayu.

  • Edukasi Publik: Memberikan edukasi sastra secara gratis dan menarik di ruang publik.

Karya Sastra yang Ditampilkan

Kutipan Gurindam yang paling menarik perhatian publik adalah Pasal Kelima yang diproyeksikan dengan ilustrasi perahu layar:

Gurindam Pasal Kelima

Oleh: Raja Ali Haji

Jika hendak mengenal orang berbangsa, Lihat kepada budi dan bahasa. Jika hendak mengenal orang yang berakal, Di dalam dunia mengambil bekal.

Semoga peristiwa sastra diatas dapat melepaskan dahaga akan bahasa nan indah menawan, dan menceriakan hidup yang lebih kaya makna.