Festival Gurindam 12 Modern, Keren ! Rabu, 3 Desember 2025 di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau

Diposting pada

Sastra dalam Berita

Tanjung Pinang, sebagai pusat sastra Melayu, mengadakan Festival Gurindam 12 Kontemporer. Acara ini menjadi viral karena menghubungkan Gurindam 12 karya Raja Ali Haji dengan isu-isu moral dan etika modern.

Tiga hal yang menjadi headline: pertama, lomba menciptakan gurindam baru yang relevan dengan krisis iklim dan politik; kedua, penampilan kolaborasi sastrawan Riau dan Bangka Belitung yang menegaskan ikatan budaya; dan ketiga, kunjungan Menteri Pariwisata yang menyatakan Gurindam sebagai warisan tak benda yang harus dipromosikan.

  • What (Apa): Festival Gurindam 12 Kontemporer dan Lomba Cipta Gurindam.

  • Who (Siapa): Dewan Kesenian Kepulauan Riau dan Komunitas Sastra Melayu di Bangka Belitung.

  • When (Kapan): Rabu, 3 Desember 2025.

  • Where (Di Mana): Situs Peninggalan Raja Ali Haji, Pulau Penyengat, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.

  • Why (Mengapa): Untuk melestarikan bentuk sastra klasik Gurindam dan membuktikan bahwa pesan moralnya masih abadi.

  • How (Bagaimana): Mengadakan workshop penulisan sebelum festival dan puncaknya adalah pembacaan karya terpilih dengan iringan musik dendang khas Melayu.

Tujuan dan Manfaat Kegiatan

Tujuan utama adalah menghidupkan kembali minat publik terhadap Gurindam sebagai warisan intelektual Raja Ali Haji.

Manfaat yang diperoleh adalah penguatan identitas Melayu, menjadikan Pulau Penyengat sebagai destinasi wisata sastra unggulan, dan menciptakan karya-karya sastra baru yang kaya akan nilai-nilai etika.

Karya Sastra yang Ditampilkan

Gurindam Modern terpilih yang menggambarkan etika digital:

Jika hendak hidupmu berharga, Uruslah jemari, sebelum berkata.

Apabila kabar sudah tersebar, Lisan digital tak dapat ditarik ke akar.

Semoga peristiwa sastra diatas dapat melepaskan dahaga akan bahasa nan indah menawan, dan menceriakan hidup yang lebih kaya makna.