Sastra dalam Berita
Inisiatif “Naskah Kuno Digital: Pelestarian Gurindam 12” di Tanjungpinang menjadi viral karena penggunaan teknologi modern (NFT/Blockchain) untuk melestarikan karya sastra klasik Melayu.
-
Kegiatan & Alasan Viral (Apa & Mengapa):
-
(Apa) Peluncuran platform digital yang mendokumentasikan, mengarsipkan, dan menampilkan Gurindam 12 karya Raja Ali Haji dalam format 3D dan virtual reality.
-
(Mengapa) Viral karena memadukan sastra Melayu klasik dengan teknologi, menawarkan cara interaktif dan “Keren” bagi generasi muda untuk memahami Gurindam 12.
-
(SEO Keywords: Gurindam 12 NFT, Sastra Melayu digital, Pelestarian naskah kuno, Literasi Kepulauan Riau)
-
-
Waktu & Lokasi (Kapan & Di Mana):
-
(Kapan) Acara peluncuran platform dan diskusi panel berlangsung hari ini, 20 November 2025.
-
(Di Mana) Di Gedung Kesenian Aisyah Sulaiman, Tanjungpinang, Kepulauan Riau.
-
(Bagaimana) Pengunjung mencoba VR untuk “bertemu” Raja Ali Haji dan mendengarkan Gurindam 12 dibacakan dalam bahasa Melayu asli.
-
-
Partisipan & Topik (Siapa & Apa yang Dibahas):
-
(Siapa) Melibatkan akademisi Melayu, programmer lokal, dan Dinas Kebudayaan.
-
(Apa yang Dibahas) Fokus pada nilai-nilai moral dan etika yang terkandung dalam Gurindam 12 dan upaya mengintegrasikannya dalam kurikulum pendidikan modern.
-
(Fakta) Berita ini menjadi perhatian karena keberhasilannya membawa Sastra Melayu Klasik ke era Web3.
-
Tujuan dan Manfaat Kegiatan Sastra
Tujuan utama adalah memastikan warisan sastra klasik Melayu, khususnya Gurindam 12, dapat diakses, dipelajari, dan dilestarikan secara abadi melalui teknologi digital.
Manfaatnya mencakup:
-
Meningkatkan minat generasi muda terhadap sastra klasik melalui medium yang familiar.
-
Melindungi teks asli dari kerusakan fisik dan memastikan keasliannya melalui teknologi blockchain.
-
Menegaskan kembali posisi Riau sebagai pusat peradaban dan sastra Melayu.
Karya Sastra yang Ditampilkan
Gurindam 12, Pasal 1 yang menjadi fokus utama peluncuran:
Barang siapa tiada memegang agama, Sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama. (Barang siapa tidak memegang teguh ajaran agama, Sekali-kali tidak dapat disebut sebagai manusia yang terhormat.)
Semoga peristiwa sastra diatas dapat melepaskan dahaga akan bahasa nan indah menawan, dan menceriakan hidup yang lebih kaya makna.

