Sastra dalam Berita
Pusat Sastra Melayu Klasik, Tanjungpinang, hari ini diramaikan dengan gelaran seni yang menghidupkan kembali Gurindam Raja Ali Haji.
Rangkuman Berita Viral: Drama Gurindam 12 dan Sastra Maritim (5W+1H)
“Pementasan Drama Musikal: Menghidupkan Gurindam 12” menjadi viral karena sukses mengubah karya sastra klasik yang terkesan kaku menjadi pertunjukan musikal yang spektakuler.
-
What (Apa): Drama musikal kolosal yang mementaskan 12 pasal dari Gurindam 12 karya Raja Ali Haji, diiringi instrumen khas Melayu.
-
When (Kapan): Pementasan gala premiere berlangsung Selasa, 2 Desember 2025.
-
Where (Di Mana): Gedung Kesenian Aisyah Sulaiman, Tanjungpinang, Kepulauan Riau.
-
Who (Siapa): Sanggar Teater Sastra Raja Ali Haji bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan Provinsi, melibatkan ratusan pelajar lokal sebagai penari.
-
Why (Mengapa): Tujuannya adalah merayakan Hari Jadi Gurindam 12 sekaligus memperkenalkan nilai-nilai moral Melayu kepada generasi muda melalui medium seni yang populer.
-
How (Bagaimana): Visualisasi panggung yang megah dan penggantian dialog formal menjadi lagu-lagu epik, membuat cuplikan pementasan ini menjadi trending topic di platform media sosial, terutama di kalangan sekolah dan kampus.
Tujuan dan Manfaat Kegiatan Sastra
Tujuan utama adalah menjadikan Gurindam 12 sebagai sumber inspirasi etika dan moral bangsa, serta mempromosikan Tanjungpinang sebagai home base Sastra Melayu Klasik di Indonesia.
Manfaatnya mencakup:
-
Pelestarian Bahasa: Menggalakkan penggunaan Bahasa Melayu Tinggi (sastra) dalam percakapan sehari-hari.
-
Edukasi Moral: Menyebarkan nilai-nilai luhur Gurindam secara efektif dan menghibur.
-
Seni Pertunjukan: Menginspirasi kolaborasi antara sastrawan dan seniman teater/musikal.
Karya Sastra yang Ditampilkan
-
Gurindam: Keseluruhan Gurindam 12 (Fokus pada Pasal 5 dan 6 tentang budi bahasa dan persahabatan).
-
Puisi Kontemporer: Kumpulan Puisi Maritim Kontemporer (Bertema kehidupan nelayan dan laut).
-
Esai Sastra: Esai “Jejak Raja Ali Haji di Pulau Penyengat” (Dibagikan sebagai booklet acara).
Semoga peristiwa sastra diatas dapat melepaskan dahaga akan bahasa nan indah menawan, dan menceriakan hidup yang lebih kaya makna.

