Seminar Sastra Tinjau Warisan Puisi Gurindam 12 Raja Ali Haji, Keren! Kamis, 30 Oktober 2025 di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau

Diposting pada

Sastra dalam Berita

Apa yang Terjadi: Dalam upaya pelestarian warisan sastra Melayu, Dinas Kebudayaan Kepulauan Riau (Kepri) mengadakan Seminar Internasional tentang Gurindam 12 karya Raja Ali Haji, menarik perhatian peneliti dari Malaysia dan Singapura.

5W + 1H Rincian Jurnalistik
What (Apa) Seminar Internasional Kajian Filologi dan Nilai Budaya Gurindam 12 karya Raja Ali Haji.
Who (Siapa) Ahli filologi Melayu, akademisi dari Kepri, Riau, Malaysia, Singapura, dan Dinas Kebudayaan Kepri.
When (Kapan) Kamis, 30 Oktober 2025.
Where (Di mana) Aula Raja Haji Fisabilillah, Tanjungpinang, Kepulauan Riau.
Why (Mengapa) Untuk meninjau kembali relevansi nilai-nilai etika, moral, dan ajaran Islam dalam Gurindam 12 di era modern, serta menegaskan kembali peran Raja Ali Haji sebagai Bapak Bahasa Melayu.
How (Bagaimana) Diskusi ilmiah mendalam, pembacaan terjemahan Gurindam 12, dan workshop penulisan puisi gurindam modern bagi pelajar.

Tujuan dan Manfaat Kegiatan Sastra

Tujuan:

  1. Konservasi Intelektual: Melestarikan dan mempopulerkan nilai-nilai intelektual yang terkandung dalam Gurindam 12 sebagai warisan sastra Melayu klasik.
  2. Hubungan Serumpun: Mempererat kerjasama kebudayaan dengan negara serumpun melalui kajian sastra yang sama-sama dihormati.

Manfaat:

  • Pendidikan Etika: Gurindam 12 dijadikan materi pembelajaran etika yang relevan bagi generasi muda Kepri.
  • Jembatan Diplomasi: Sastra Melayu menjadi alat diplomasi budaya di kawasan Asia Tenggara.
  • Penciptaan Karya Baru: Mendorong penulis muda untuk menghasilkan karya gurindam dengan tema-tema kontemporer.

Karya Sastra yang Ditampilkan

Fokus utama adalah pada Gurindam 12 pasal pertama yang menjadi landasan etika.

(Gurindam 12, Pasal 1)

Barang siapa tiada memegang agama,

Sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama.

Barang siapa mengenal yang empat,

Maka ia itulah orang yang ma’rifat.

Semoga peristiwa sastra diatas dapat melepaskan dahaga akan bahasa nan indah menawan, dan menceriakan hidup yang lebih kaya makna.