Sastra dalam Berita
Rangkuman Peristiwa (3 Berita Utama)
- Kolaborasi Lintas Budaya: Festival Sastra “Mantra Samudra” menjadi viral setelah menampilkan kolaborasi pembacaan puisi empat bahasa (Bali, Indonesia, Inggris, dan Jepang) diiringi musik gamelan dan didgeridoo (alat musik tiup Aborigin).
- Isu Lingkungan Hidup: Acara ini berfokus pada tema kelautan dan lingkungan hidup, menjadikannya relevan dengan isu perubahan iklim global, dan menarik perhatian aktivis serta seniman internasional.
- Lokasi Eksotis: Panggung utama diletakkan di pinggir pantai Sanur saat matahari terbenam, memberikan latar visual yang indah dan puitis, sehingga video-videonya cepat menyebar di Instagram dan YouTube.
5W+1H (Analisis Jurnalistik)
| Elemen | Keterangan |
| What (Apa) | Festival Sastra Lintas Bahasa dengan tema Samudra/Lingkungan. |
| Who (Siapa) | Komunitas Sastra Bali, sastrawan internasional, dan pegiat lingkungan. |
| When (Kapan) | Senja, 11 November 2025. |
| Where (Di mana) | Pinggir Pantai Sanur, Kota Denpasar, Bali. |
| Why (Mengapa) | Menghubungkan sastra sebagai media untuk menyuarakan isu lingkungan dan promosi pariwisata berbasis budaya. |
| How (Bagaimana) | Menggabungkan pembacaan puisi dalam berbagai bahasa dengan musik etnik dan seni pertunjukan yang indah. |
Tujuan dan Manfaat Kegiatan Sastra
- Tujuan: Memperluas jangkauan sastra Bali dan Indonesia ke panggung internasional melalui tema universal, yaitu pelestarian samudra.
- Manfaat:
- Mempromosikan Bali bukan hanya sebagai destinasi wisata alam, tetapi juga pusat eco-sastra dan pertemuan budaya.
- Meningkatkan kesadaran global akan perlunya pelestarian budaya dan lingkungan di daerah kepulauan.
- Menjadi platform pertukaran ide antar-sastrawan dari berbagai negara.
Karya Sastra yang Ditampilkan (Puisi: Mantra Samudra)
Mantra Samudra
Om Swastyastu.
Kita berdiri di tepi,
ombak adalah sajak yang tak pernah selesai ditulis.
Samudra adalah bahasa, Bali adalah kata kerja.
Lautan menelan sunyi yang kita kirim
bersama plastik dan janji-janji yang fana.
Dengarkan, dengarkan bisikan dari kedalaman:
Kembalilah, wahai manusia yang hilang, sebelum kau tenggelam.
Semoga peristiwa sastra diatas dapat melepaskan dahaga akan bahasa nan indah menawan, dan menceriakan hidup yang lebih kaya makna.

