Sastra dalam Berita
Apa (What): Pesta Sastra Sungai dengan tema “Pusaka Air: Diksi di Atas Kapal Klotok”. Tiga kegiatan yang paling menonjol:
-
Pelayaran Sastra: Pembacaan puisi di atas 20 Kapal Klotok menyusuri Sungai Martapura.
-
Diskusi Konservasi Sungai: Melibatkan sastrawan dan aktivis lingkungan.
-
Photo Essay Sungai: Pameran foto esai visual yang terinspirasi oleh puisi bertema sungai.
Kapan (When): Acara utama yang memukau diselenggarakan hari ini, 15 November 2025, dimulai saat matahari terbenam.
Di Mana (Where): Berpusat di Pelabuhan Siring Menara Pandang, Banjarmasin, di sepanjang Sungai Martapura.
Siapa (Who): Digagas oleh Organisasi Sastrawan Banjar bekerja sama dengan Kelompok Pelestari Lingkungan Sungai.
Mengapa (Why): Mengembalikan kesadaran publik Banjar sebagai “Kota Seribu Sungai”, menggunakan sastra sebagai jembatan untuk isu pelestarian lingkungan air.
Bagaimana (How): Keunikan lokasi (di atas air) dan dokumentasi video sinematik yang indah yang menangkap suasana malam sungai dan pembacaan puisi, menyebabkan acara ini viral.
Tujuan dan Manfaat Kegiatan Sastra
Tujuan Utama: Menghubungkan sastra secara fisik dengan akar budaya Banjar—sungai—sehingga puisi dirasakan langsung di tempat ia lahir.
Manfaat:
-
Penyadaran Lingkungan: Menggunakan sastra untuk memicu empati terhadap pelestarian ekosistem sungai.
-
Pemberdayaan Lokal: Melibatkan pemilik Kapal Klotok dan pelaku ekonomi sekitar sungai.
-
Identitas Budaya: Memperkuat identitas Banjarmasin sebagai pusat sastra sungai.
Karya Sastra yang Ditampilkan
Karya yang dibacakan paling emosional dan viral adalah puisi pendek tentang sungai yang tercemar:
Judul: Martapura dan Luka
Kita adalah anak sungai yang haus. Berlayar dengan klotok, di atas janji yang terombang-ambing. Air yang dulu cermin, kini adalah lumpur yang pekat.
Tolong, jangan ubah diksi sunyi ini menjadi jerit. Sungai bukan tempat sampah, ia adalah nadi yang harus mengalirkan puisi. (Puisi oleh Penyair Kalimantan)
Semoga peristiwa sastra diatas dapat melepaskan dahaga akan bahasa nan indah menawan, dan menceriakan hidup yang lebih kaya makna.

