Pameran Arsip Sastra Melayu dan Lomba Pantun Kepri, Menawan! 21 November 2025 di Tanjungpinang, Kepulauan Riau

Diposting pada

Sastra dalam Berita

Apa: Pameran Arsip Sastra Melayu Kuno dan Lomba Cipta & Baca Pantun se-Kepulauan Riau. Fokus utama adalah mengembalikan kejayaan pantun dan Gurindam Dua Belas.

Siapa: Balai Bahasa Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dan Komunitas Budaya Pulau Penyengat.

Kapan: Hari ini, 21 November 2025.

Di Mana: Situs Cagar Budaya Pulau Penyengat, Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

Mengapa: Untuk melestarikan sastra Melayu klasik, terutama pantun dan gurindam, sebagai warisan budaya tak benda yang terancam punah di tengah gempuran modernisasi.

Bagaimana: Pameran arsip yang menampilkan manuskrip kuno abad ke-19 menarik banyak akademisi. Namun, yang membuat kegiatan ini viral adalah lomba pantun modern yang diikuti oleh generasi muda menggunakan dialek lokal, disiarkan langsung di media sosial.

Tujuan dan Manfaat Kegiatan Sastra

  1. Tujuan: Regenerasi pegiat sastra Melayu klasik dan mempromosikan Pulau Penyengat sebagai pusat peradaban sastra Melayu.

  2. Manfaat:

    • Meningkatkan kebanggaan lokal terhadap identitas Melayu.

    • Menjadi sumber referensi akademik bagi peneliti sastra Melayu.

Karya Sastra yang Ditampilkan

Jenis Karya: Pantun Karya Pemenang Lomba

Laksamana berlayar ke Selat Malaka, Ombak tenang di tepi Tanjungpinang; Jika engkau lupa pada kata-kata, Maka hilanglah jati diri, tiada lagi dikenang.

Beli kerang di pasar Batu Sepuluh, Pulangnya bertemu Raja Haji; Ilmu tak cukup hanya di sekolah, Mari kita baca gurindam di Pulau Penyengat ini.

Semoga peristiwa sastra diatas dapat melepaskan dahaga akan bahasa nan indah menawan, dan menceriakan hidup yang lebih kaya makna.