Peluncuran Antologi Pantun dan Gurindam Warisan Melayu, Mempesona! Minggu, 30 November 2025 di Tanjungpinang, Kepulauan Riau

Diposting pada

Sastra dalam Berita

TANJUNGPINANG, Kepulauan Riau – Kekuatan Sastra Melayu klasik kembali bergaung hari ini dari bumi Gurindam 12.

Rangkuman Jurnalistik (5W+1H & SEO Kuat)

  • Apa (What): Peluncuran Antologi Pantun dan Gurindam bertajuk “Syair Laut dan Bumi Lada”. Kegiatan ini memperkuat Literasi Bahari.

  • Kapan (When): Minggu, 30 November 2025, menandai Hari Sastra di Kepulauan Riau.

  • Di mana (Where): Pulau Penyengat, lokasi bersejarah Warisan Raja Ali Haji.

  • Bagaimana (How): Acara menampilkan pembacaan gurindam berantai, diskusi tentang Sastra Melayu Riau, dan sesi berbalas Pantun Gurindam dari penulis Kepri dan Bangka Belitung.

  • Siapa (Who): Lembaga Adat Melayu (LAM), komunitas sastra, dan penulis dari dua provinsi serumpun ini.

  • Mengapa (Why): Pembacaan Gurindam 12 yang diiringi musik tradisional Melayu dan latar sejarah yang kuat sangat menawan dan menarik perhatian publik luas.

Tujuan dan Manfaat Kegiatan Sastra

Tujuan Utama Manfaat Utama yang Diperoleh
Melestarikan dan Mempopulerkan Bentuk Sastra Klasik Melayu (Pantun dan Gurindam). Penguatan Identitas: Mengukuhkan identitas Melayu sebagai akar Sastra Indonesia.
Edukasi: Menjadi sarana edukasi tentang nilai-nilai moral dalam Gurindam 12.
Koneksi Regional: Mempererat hubungan sastrawan antara Kepri dan Bangka Belitung.

Karya Sastra yang Ditampilkan (Gurindam 12)

Gurindam yang dibacakan pada acara inti:

Cahari olehmu akan sahabat,

Yang boleh dijadikan obat.

Cahari olehmu akan guru,

Yang boleh diperbuat jemu.

(Dari Gurindam 12, Pasal 3 dan 4)

Semoga peristiwa sastra diatas dapat melepaskan dahaga akan bahasa nan indah menawan, dan menceriakan hidup yang lebih kaya makna.