Sastra dalam Berita
Apa (What): Simposium Sastra Lisan “I La Galigo dan Tongkonan”. Tiga kegiatan yang menjadi highlight:
-
Pergelaran Sureq I La Galigo: Pembacaan fragmen epos terpanjang dunia.
-
Lokakarya To Ma’Dondi (Toraja): Pelatihan melantunkan puisi-puisi tradisional.
-
Diskusi Lontara: Membahas filologi naskah kuno Lontara.
Kapan (When): Simposium akbar ini berlangsung pada hari ini, 15 November 2025.
Di Mana (Where): Bertempat di Gedung Kesenian Utama di tengah Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Siapa (Who): Digagas oleh Pusat Kajian Sastra Lisan Universitas Terkemuka bekerja sama dengan Lembaga Adat Sulawesi Selatan.
Mengapa (Why): Mendokumentasikan dan mempopulerkan kembali sastra lisan warisan leluhur yang terancam punah.
Bagaimana (How): Keterlibatan aktif generasi muda (mahasiswa dan influencer) yang mendokumentasikan sesi pembacaan I La Galigo yang sakral.
Tujuan dan Manfaat Kegiatan Sastra
Tujuan Utama: Menyelamatkan Sastra Lisan Sulawesi yang terancam punah melalui dokumentasi ilmiah dan pergelaran publik.
Manfaat:
-
Pelestarian Indigenous Knowledge: Memastikan pengetahuan lokal dan pandangan dunia leluhur tetap hidup.
-
Pendidikan Budaya: Memberikan materi ajar yang autentik dan kaya nilai sejarah.
-
Kebanggaan Lokal: Meningkatkan rasa bangga generasi muda terhadap warisan sastra daerah.
Karya Sastra yang Ditampilkan
Kutipan terjemahan bebas dari fragmen Sureq I La Galigo yang dibacakan pada acara tersebut:
Judul: Dari Tanah dan Langit
Di mana bumi terbelah, di sana janji terukir. Manusia datang dari buih lautan, dibentuk oleh angin. Segala yang kita lakukan adalah pantulan dari nenek moyang.
Maka jangan kau lupa, bahwa setiap kata yang kau ucap adalah mantera. Jagalah kata-kata itu, sebelum ia kembali menjadi sunyi. (Kutipan Epos Sureq I La Galigo yang dibacakan)
Semoga peristiwa sastra diatas dapat melepaskan dahaga akan bahasa nan indah menawan, dan menceriakan hidup yang lebih kaya makna.

