Sastra dalam Berita
Mataram hari ini menjadi tuan rumah bagi acara “Sastra Lisan di Bale: Merawat Legenda Putri Mandalika”. Acara storytelling (mendongeng) ini menjadi viral karena peserta diwajibkan menyajikan kisah dalam format Lisan Sasak yang otentik.
Tiga poin yang menarik perhatian media dan traveller: pertama, lokasi acara yang berada di rumah adat Sasak (Bale Lumbung), menciptakan nuansa historis; kedua, fokus pada konservasi bahasa dan dialek lokal Lombok; dan ketiga, event ini menarik perhatian wisatawan asing yang ingin belajar langsung tentang tradisi lisan Sasak.
-
What (Apa): Kompetisi dan Pertunjukan Storytelling Legenda Putri Mandalika.
-
Who (Siapa): Balai Bahasa NTB dan Komunitas Batur Sasak (sahabat Sasak).
-
When (Kapan): Rabu, 3 Desember 2025.
-
Where (Di Mana): Kawasan Desa Wisata Sade, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).
-
Why (Mengapa): Untuk melestarikan sastra lisan Sasak yang merupakan aset budaya dan mendukung pengembangan pariwisata berbasis tradisi.
-
How (Bagaimana): Penampilan dilakukan secara tradisional, dengan iringan alat musik Genggong dan mengenakan pakaian adat Lombok, diikuti dengan sesi tanya jawab tentang makna filosofis legenda.
Tujuan dan Manfaat Kegiatan
Tujuan utama adalah mendokumentasikan dan mempopulerkan sastra lisan lokal yang terancam punah.
Manfaat yang dihasilkan adalah menciptakan lapangan kerja baru bagi storyteller profesional, meningkatkan kunjungan wisata ke desa-desa adat, dan menumbuhkan kebanggaan generasi muda Sasak terhadap bahasa ibu mereka.
Karya Sastra yang Ditampilkan
Naskah lisan (diterjemahkan) yang menceritakan kesetiaan Putri Mandalika:
…Seorang putri tidak takut pada ombak yang membelah pantai Seger. Ia lebih takut melihat darah tertumpah atas namanya. Maka ia melompat, demi tanah dan rakyatnya. Ia menjadi nyale (cacing laut) yang hanya datang setahun sekali. Tanda bahwa cinta sejati adalah pengorbanan yang tak lekang dimakan musim.
Semoga peristiwa sastra diatas dapat melepaskan dahaga akan bahasa nan indah menawan, dan menceriakan hidup yang lebih kaya makna.

