Seminar Puisi Maritim dan Lirik Lokal, Indah Banget! Senin, 3 November 2025 di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau

Diposting pada

Sastra dalam Berita

Rangkuman Berita Sastra (3 Peristiwa Viral)

Kegiatan sastra di Tanjungpinang hari ini fokus pada kekayaan maritim dan budaya kepulauan, menarik perhatian media lokal dan akademisi.

Apa (What): “Gelanggang Sastra Laut dan Angin”. Tiga kegiatan: 1) Seminar mengenai pengaruh Sastra Tionghoa-Melayu di Kepulauan Riau. 2) Peluncuran buku kumpulan puisi bertema lirik pantai dan kisah pelaut. 3) Lokakarya penulisan cerpen fiksi ilmiah berlatar pulau-pulau kecil.

Siapa (Who): Diselenggarakan oleh Badan Bahasa Kepri bekerjasama dengan Komunitas Sastra Laskar Bahari. Sastrawan asal Belitung, Andrea Hirata (simulasi), hadir sebagai pembicara tamu.

Kapan (When): Diselenggarakan seharian penuh, Senin, 3 November 2025.

Di Mana (Where): Bertempat di Gedung Gonggong, Tepi Laut Tanjungpinang.

Mengapa (Why): Untuk mempromosikan sastra maritim sebagai genre khas Nusantara dan memanfaatkan kekayaan budaya bahari Kepulauan Riau dan Bangka Belitung sebagai sumber inspirasi.

Bagaimana (How): Seminar melibatkan presentasi akademis, diikuti dengan sesi workshop praktis di mana peserta diajak menulis puisi langsung di tepi laut.

Tujuan dan Manfaat Kegiatan Sastra

Tujuan:

  1. Mengangkat Sastra Maritim: Menjadikan laut dan kisah-kisah di dalamnya sebagai tema sentral sastra Indonesia.
  2. Sinergi Budaya: Menghidupkan kembali sastra yang dipengaruhi oleh perpaduan budaya Melayu dan Tionghoa di Kepri.

Manfaat:

  • Menciptakan kesadaran akan pentingnya menjaga ekosistem laut (terumbu karang, dll.) melalui sastra.
  • Mendorong pariwisata berbasis literasi di Pulau Bintan.
  • Menjadi basis data bagi peneliti sastra mengenai kultur pesisir.

Karya Sastra yang Ditampilkan:

Puisi dari Kumpulan Lirik Pantai dan Pelaut

NYANYIAN GELOMBANG

Perahu itu, bukan lagi kayu, tapi doa yang berlayar. Di bawah langit yang sama, di antara Selat Malaka. Setiap ombak adalah baris puisi yang tak sempat kau tulis, Setiap karang adalah diksi yang keras dan tajam.

Kita dibesarkan oleh garam, Maka jangan pernah takut pada badai. Karena tinta terbaik bagi pelaut, Adalah air mata yang asin.

Semoga peristiwa sastra diatas dapat melepaskan dahaga akan bahasa nan indah menawan, dan menceriakan hidup yang lebih kaya makna.