Sastra dalam Berita
Komunitas Sastra Banjar di Kalimantan Selatan mencetak viral hari ini melalui kegiatan literasi yang fokus pada pelestarian bahasa dan budaya lokal. Acara ini berhasil menarik minat penulis muda untuk mendalami local wisdom.
Rangkuman Berita Sastra Kalimantan (5W+1H)
-
What (Apa): Workshop intensif penulisan cerita pendek (cerpen) dalam Bahasa Banjar, dilanjutkan dengan Pagelaran Wayang Banjar.
-
When (Kapan): Sepanjang hari ini, 16 November 2025, diakhiri dengan pertunjukan Wayang pada malam hari.
-
Where (Di Mana): Gedung Balairung Budaya Taman Budaya, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
-
Why (Mengapa): Tujuannya adalah meregenerasi penulis yang mampu menggunakan Bahasa Banjar sebagai medium sastra kontemporer.
-
Who (Siapa): Diadakan oleh Pusat Kajian Sastra dan Budaya Banjar (PKSBB), melibatkan akademisi, dalang, dan sastrawan lokal.
-
How (Bagaimana): Metode pembelajaran yang interaktif dan penggunaan media sosial untuk mempromosikan karya sastra berbahasa Banjar, menjadikannya viral di kalangan diaspora Banjar.
Tujuan dan Manfaat Kegiatan Sastra
Tujuan utama kegiatan ini adalah melestarikan Bahasa Banjar sebagai bahasa ibu sekaligus bahasa sastra, serta menciptakan genre Sastra Banjar modern yang relevan bagi anak muda.
Manfaatnya adalah menghasilkan penulis-penulis baru yang bangga dengan identitas lokal, serta mendokumentasikan cerita rakyat Banjar ke dalam format karya sastra yang lebih mudah diakses.
Karya Sastra yang Ditampilkan (Cerpen)
Kutipan pembuka dari Cerpen terbaik yang dibacakan dalam workshop:
“Di pasar terapung itu, parahu Ratu Inah bergoyang pelan. Bukan ikan yang ia jual, tapi kisah-kisah lama. Setiap sisir pisang kepok punya cerita tentang hantu banyu dan sungai yang tak pernah tidur. ‘Amun kada dituturakan, kisah tu kawa mati,’ bisiknya pada sang fajar di atas Barito.” (Jika tidak diceritakan, kisah itu bisa mati.)
Semoga peristiwa sastra diatas dapat melepaskan dahaga akan bahasa nan indah menawan, dan menceriakan hidup yang lebih kaya makna.

