Sastra dalam Berita
Analisis Jurnalistik (5W+1H)
Apa (What): Pameran Naskah Kuno Digitalisasi Kraton. Menampilkan lebih dari 500 manuskrip kuno (termasuk Serat Centhini) dalam format digital 3D dan Virtual Reality.
Kapan (When): Pameran ini dibuka pada 18 November 2025.
Di mana (Where): Museum Sonobudoyo, Yogyakarta.
Siapa (Who): Diinisiasi oleh Fakultas Ilmu Budaya UGM bekerja sama dengan pihak Kraton dan melibatkan para filolog muda.
Mengapa (Why): Bertujuan menyelamatkan warisan filologi Jawa dari kepunahan dan kerusakan.
Bagaimana (How): Menghadirkan Demo Augmented Reality yang memungkinkan pengunjung “menyentuh” naskah kuno, dan Seminar Internasional Filologi.
Tujuan dan Manfaat Kegiatan
-
Tujuan: Melestarikan naskah-naskah kuno melalui teknologi digital dan mendekatkan Sastra Klasik kepada generasi Z.
-
Manfaat: Menciptakan database digital yang aman serta mendorong penelitian baru di bidang Filologi dan Sejarah Sastra Indonesia.
Karya Sastra yang Ditampilkan
Kutipan Prosa Klasik: Jejak Mataram (Dari Serat Babad)
Mangka wus kadi mangkana lampahira urip, tan ana kang langgeng kajaba karsaning Gusti. Dadi manungsa iku kudu eling lan waspada, aja lali marang sangkan paraning dumadi. Dene panguripan ing donya iki minangka guruning urip.
Inti Pesan: Tiada yang abadi kecuali kehendak Tuhan. Menjadi manusia harus ingat dan waspada, sebab kehidupan di dunia ini adalah guru kehidupan.
Semoga peristiwa sastra diatas dapat melepaskan dahaga akan bahasa nan indah menawan, dan menceriakan hidup yang lebih kaya makna.

