⛰️ Workshop Menulis Hikayat Sasak, Asyiknya! Rabu, 26 November 2025 di Mataram, Nusa Tenggara Barat

Diposting pada

Sastra dalam Berita

Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) hari ini menjadi tuan rumah bagi kegiatan sastra Indonesia penting, yakni Workshop Menulis Hikayat Sasak.

Acara ini viral karena merupakan bagian dari upaya Pelestarian Sastra Lisan Lombok dan proses Dokumentasi Digital Hikayat Lokal. Workshop ini dihadiri oleh guru-guru Bahasa Indonesia dan mahasiswa, bertujuan mentransfer metode penulisan hikayat ke dalam bentuk modern.

  • Apa (What): Workshop intensif tentang metode penulisan, pelestarian, dan digitalisasi Hikayat Sasak (sastra lisan Lombok).

  • Siapa (Who): Pegiat literasi lokal, pakar budaya Sasak, guru, dan mahasiswa dari berbagai universitas di NTB.

  • Kapan (When): Sepanjang hari, Rabu, 26 November 2025.

  • Di Mana (Where): Gedung Kesenian Mataram, NTB.

  • Mengapa (Why): Untuk menjaga kelangsungan hidup sastra lisan Sasak yang mulai ditinggalkan, serta memastikan narasi lokal dapat bertahan dalam bentuk digital.

  • Bagaimana (How): Pembelajaran dimulai dari interpretasi naskah lontar hingga praktik menulis ulang kisah legendaris dalam format prosa modern.

Tujuan dan Manfaat Kegiatan Sastra

  • Tujuan: Melestarikan kearifan lokal Sasak yang termuat dalam hikayat dan menjadikannya materi ajar di sekolah.

  • Manfaat: Melahirkan penulis-penulis baru yang fokus pada budaya lokal dan membantu inventarisasi digital kekayaan sastra Nusa Tenggara.

Karya Sastra yang Ditampilkan

Kutipan Hikayat: “Dewi Anjani” (Adaptasi Prosa)

Di puncak Rinjani, di mana awan bersemayam, Dewi Anjani mengajarkan kepada kita tentang pengorbanan dan cinta tak bersyarat. Hikayat ini bukan sekadar cerita dewa-dewi, melainkan cermin bagi setiap Sasak: bahwa setinggi-tingginya gunung yang kita daki, hati harus tetap tunduk pada kebaikan dan adat. Kisahnya mengajarkan, kebijaksanaan sejati berada di antara langit dan bumi, dicatat dalam setiap embun pagi.

Semoga peristiwa sastra diatas dapat melepaskan dahaga akan bahasa nan indah menawan, dan menceriakan hidup yang lebih kaya makna.